rumah adat suku madura

Rumah Adat Suku Madura

Rumah Adat Suku Madura – Hai semuanya, bagaimana kabar kamu hari ini? Semoga kita semua diberi kesehatan oleh tuhan yang maha Esa, aamiin.

Pada kesempatan kali ini, rifkiarya.com akan membagikan sedikit artikel mengenai rumah adat khas suku Madura.

Kelompok etnis ini mendiami Pulau Madura dan sebagian besar pantai timur Jawa. Populasi mereka sekitar 3.000.000. Sebagian besar dari mereka tinggal di kota-kota besar di Indonesia.

Bahasa mereka adalah bahasa Madura dengan dialek Kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo.

Bahasa Madura juga mengakui tingkat bahasa, yaitu bahasa kasar, sedang dan halus. Bahasa kasar digunakan untuk komunikasi sehari-hari masyarakat.

Mata pencaharian utama orang Madura adalah menanam singkong, jagung, kacang hijau dan kacang tanah.

Pekerjaan lainnya adalah memancing di sungai dan lautan. Pelaut Madura juga dikenal gigih dan berhasil berlayar. Di Madura juga berkembang, sapi potong, sapi potong (ras), kuda, kambing, dan ayam.

Pengenalan Suku Madura

rumah adat suku madura
image source from rumahadatindonesia.com

Madura ialah sebuah nama pulau yang bertempat di sebelah timur laut Jawa. Pulau Madura mempunyai luas kurang lebih 5.166 km².

Ukurannya lebih kecil dari ukuran pulau Bali, dengan populasi lebih dari 3 juta orang di Pulau Madura.

Pulau Madura terdiri dari 4 kabupaten, yaitu: Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep.

Pulau Madura ditempati oleh orang Madura. Orang Madura adalah populasi terbesar di Indonesia. Total populasi mencapai sekisar 20 juta.

Orang Madura terkenal dengan gaya bicaranya yang jujur dan blak blakan. Orang-orang dikenal hemat, disiplin, dan pekerja keras.

Harga diri juga penting dalam kehidupan masyarakat Madura. Mereka memiliki filosofi “Ketembheng Pote Mata, Angok Pote Tolang”. Sifat inilah yang melahirkan tradisi carok dari beberapa orang Madura.

Berdasarkan bukti sejarah, Madura pertama kali muncul dalam catatan sejarah melalui kesepakatan dengan kerajaan Buddha Siwa Singasari (abad ke-13) kemudian Majapahit (abad ke-14) di Jawa Timur.

Dalam buku Nagarakertagama “Madura bukan negara asing, karena pada awalnya dipersatukan dengan tanah Yawa”.

Kutipan ini menunjukkan bahwa orang Jawa dan Madura telah memilih sebagai anggota dari budaya yang sama.

Rumah Adat Suku Madura Pulau Garam Tanean

rumah adat suku madura
Image source from rivorma.com

Sekarang rumah Tanean Lanjheang ini, selain berfungsi sebagai tempat tinggal, juga dianggap sebagai kehidupan sosial masyarakat Madura di pulau Garam di Jawa Timur, yang memprioritaskan kekerabatan mereka.

Simbol-simbol yang mendukung kekerabatan ini dapat dilihat dari rumah-rumah tradisional yang sebagian besar masih terpelihara dengan rapi di berbagai bagian Madura.

Jadi, pola rumah ini memiliki beberapa keunikan yang muncul dari nilai-nilai filosofi kehidupan sosial masyarakat Pulau Madura Garam.

Pola Rumah Adat Suku Madura Tanean Lanjhang

Anda dapat mengunjungi rumah-rumah tradisional Madura Tanean Lanjhang di beberapa daerah ke pantai slopeng dan juga ke pantai lombang.

Sebenarnya, rumah Tanean Lanjhang tidak hanya untuk satu rumah, tetapi untuk satu lingkungan yang berbaris dalam satu lingkungan dan hidup dalam harmoni.

Nah untuk ruang lingkup rumah Tanean Lanjhang ini biasanya terdiri dari 2 hingga 10 rumah.

Di setiap rumah yang dihuni oleh satu keluarga dan di lingkungan ini Tanean Lanjhang biasanya masih memiliki kekerabatan sebagai anak keluarga.

Posisi lingkungan rumah tradisional Jawa Timur di pulau-pulau Madura dapat ditemukan dekat dengan tanah subur, sawah, ladang, sungai, dan jalan sebagai perbatasan.

Ada juga penghalang untuk mengalihkan antara lahan subur petani dan lingkungan rumah dalam bentuk pagar dari tanaman hidup atau halaman terbuka.

Dilengkapi dengan masjid kecil atau masjid untuk tempat ibadah bagi umat Islam, ada juga sumur dan kandang, dan halaman yang memanjang dari Barat ke Timur sesuai dengan rumah.

Urutan rumah tidak sembarangan, tetapi rumah ini milik orang-orang yang memiliki tingkat kekerabatan yang lebih tinggi daripada posisi di Barat, misalnya kakek, kakek ayah atau ibu, orang tua dan sebagainya.

Dan ketertiban semakin ke Timur berarti hubungan keluarga yang lebih rendah.

Namun, sistem yang menghubungkan ikatan dekat dengan keluarga menjadi semakin ketat antar kelompok sangat lemah karena menempatkan pemukiman yang tersebar dan terpisah.

Sekarang setiap alokasi Tanean Lanjhang selalu dilengkapi dengan bangunan atau masjid khusus ruang ibadah, dan ditempatkan di ujung barat di antara ujung-ujung rumah.

Gudang ternak menghadap halaman depan di seberang rumah.

Orang biasanya memiliki satu kandang di setiap rumah, ada juga berbagai jenis hewan ternak, ada kerbau, sapi, kambing, dan ayam.

Proses Terbentuknya Permukiman Tanean Lanjhang

Pemukiman tradisional Madura ini dapat dibentuk dari awal dengan rumah utama yang disebut Tonghuh.

Tonghuh ini adalah rumah ibu siklus atau leluhur keluarga, Tonghuh ini sendiri dilengkapi dengan ruang utama, rumah langgar dan dapur.

Proses pembentukan dimulai dengan keluarga yang memiliki anak dan baru menikah, terutama anak perempuan, sehingga orang tua harus membuat rumah dan mulai dari Timur.

Begitu juga dengan generasi berikutnya dan akan dibentuk koren hingga Tanean Lanjhang, komposisi terus bertambah dari waktu ke waktu.

Generasi terpanjang bisa dilihat hingga 5 generasi di Tanean Lanjhang.

 

Baca juga : Rumah Adat Suku Melayu Deli Lengkap

Komponen Penyusun Bangunan Tanean Lanjhang

rumah adat suku madura
Image source from salingamanah.com

Secara umum, rumah tradisional Tanean Lanjhang terdiri dari beberapa komponen utama. Komponen ruang rumah di Jawa Timur memiliki fungsi yang berfungsi sebagai berikut:

  1. Bentuk persegi panjang dari langghar yang memanjang ke belakang dengan ukuran 23,1 m. Di sini ada peralatan seperti sholat dan peralatan pendukung lainnya, seperti kasur, sajadah, mukena, dan pengeras suara. Keberadaan langgar menunjukkan bahwa orang Madura adalah komunitas agama.
  2. Tanean atau halaman persegi panjang membentang dari Barat ke Timur dengan panjang 90 m. Tanean umumnya digunakan sebagai taman bermain anak-anak, tempat untuk mengeringkan hasil pertanian selama musim panen, dan di mana acara keluarga diadakan.
  3. Kandang memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran 6,6 x 5,9 m.
  4. Rumah memiliki ukuran panjang yang meluas ke arah samping dengan ukuran 6,6 x 11 m.
  5. Dapur memiliki bentuk persegi panjang yang memanjang ke belakang dengan luas 3,8 x 6,6 m.
  6. Setiap rumah dalam kompleks daerah Tanean Lanjhang mempunyai dapur.
  7. Didalam dapur mempunyai beragam keperluan untuk memasak, seperti lincak, rak piring, dan peralatan masak lainnya.

Material Bangunan Rumah Adat Suku Madura

rumah adat suku madura
Image source from imujio.com

Rumah itu dibangun menggunakan berbagai bahan. Ada yang dikirim dari alam, ada pula yang dibeli di toko.

Untuk lantai rumah ini bisa ditemukan dengan semen atau plester semen. Ketinggian lantai biasanya sekitar 40 cm dari tanah di sekitarnya.

Ketinggian ini untuk mencegah udara merembes ke permukaan lantai rumah saat hujan.

Dinding dan rumah yang disetujui terbuat dari kayu. Mengangkat dinding dari kayu, dinding dari papan, sementara finishing atap terbuat dari bambu.

Untuk atap itu sendiri, ubin tanah, daun palem, atau daun alang-alang digunakan, tergantung pada kapasitas ekonomi pemiliknya.

Untuk atap, ada beberapa desain yang biasa digunakan di rumah-rumah tradisional di Jawa Timur, yaitu desain pancenan, jadrih, dan trompesan.

Pancenan mempunyai hiasan berupa tanduk atau ekor ular di atap layaknya rumah atau bangunan. Di Cina, ia memiliki 2 hubungan, sedangkan trompesan adalah atap dengan 3 bagian dengan patahan.

Fakta Menarik Seputar Rumah Adat Madura

Rumah Tradisional Tanean Lanjhang adalah pemukiman tradisional masyarakat Pulau Garam, yang merupakan tempat perizinan di lingkungan di mana pemiliknya masih berada dalam kerabat.

Rumah utama ini biasanya memiliki tanda di atap yang terdiri dari 2 sisir ayam dan posisinya menghadap seperti batu nisan pada keburan yang biasa kita lihat.

Dikatakan bahwa dekorasi model ini mengingatkan penghuni rumah tentang kematian, pasti semua orang akan memperbaikinya.

Keunikan Letak Rumah Adat Suku Madura

rumah adat suku madura
Image source from imujio.com

Tata letaknya teratur berbaris dan memiliki satu rumah utama dan berada di tengah-tengah perumahan.

Hanya satu rumah dengan rumah lain juga cukup dekat, umumnya hanya sebatas pekarangan atau galengan.

Dan lokasi Tanean Lanjhang sangat dekat dengan tanah subur, sungai atau mata air di daerah sekitarnya.

Rumah ini biasanya ditempati oleh orang tua atau tua-tua di satu Lanjhang Lane.

Para tetua tempat itu dikenal dengan julukan kepala Somah, seperti raja kecil, kepala Solmah adalah orang yang mengatur semua urusan keluarga, perlu untuk membahas masalah perkawinan yang harus dilakukan.

Barat ke Timur adalah arah yang menunjukkan urutan tua ke muda. Kekerabatan di sini menjadi sangat kuat berkat sistem yang berlaku.

Namun, hubungan antara kerabat atau kelompok lain menjadi renggang karena lokasi keadilan yang terpisah dan tersebar.

Luasnya tanah dan pemukiman Madura merupakan salah satu faktor dalam kurangnya permukiman di antara penduduk.

Di ujung barat adalah lokasi langgar, bagian utara adalah sekelompok rumah yang diatur sesuai dengan hierarki keluarga.

Sementara komposisi Barat ke Timur mulai berbaris dari rumah orang tua, anak-anak, cucu hingga kutipan dari perempuan.

Kelompok keluarga semacam itu disebut rumpun bambu atau koren, istilah ini sangat cocok karena satu koren berarti satu keluarga inti.

Keunikan Bagian Bagian Rumah Adat Madura

Rumah tradisional Madean Tanean Lanjhang ini hanya memiliki satu pintu di depan, ini untuk memudahkan pemilik rumah untuk mengatur kegiatan keluar masuk anggota petani.

Di pintu biasanya ukiran asli pulau Garam Madura, dengan warna hijau dan merah yang merupakan simbol perjuangan dan kesetiaan pahlawan.

Dibandingkan dengan dinding depan seperti gambar lukisan bunga, gambar lukisan ini mencerminkan keharmonisan keluarga.

Di bagian dalam rumah berdiri 4 pilar yang terbuat dari penyangga yang terlihat kokoh menggunakan kayu jati.

Sekarang pilar-pilar ini disebut pilar-pilar pasarean, pilar-pilar ini terhubung satu sama lain dan membentuk seperti bujur sangkar.

 

Penutupan

Cukup sekian artikel tentang Rumah Adat Suku Madura, semoga bermanfaat bagi kamu, silahkan share agar orang disekitar kamu juga mengetahuinya. And see you next article.

Leave a Comment