Cara Memilih Sangkar Burung Yang Bagus

Memelihara burung adalah hobi yang tidak ada matinya. Untuk memeliharanya, Anda membutuhkan sangkar atau kandangnya. Sangkar burung perkutut, lovebird, bahkan burung pleci banyak dijual. Ukuran dan bahannya pun beragam, mulai dari yang kecil, hingga yang terbuat dari besi.

Cara memilih dan rekomendasi sangkar burung terbaik ada dalam artikel ini. Kandang burung yang bagus merk Ebod Jaya dan mega Parrot akan Anda temukan. Kini, burung kenari dan murai peliharaan Anda bisa memiliki rumah. Agar beda dari yang lain, pilihlah sangkar berbentuk bulat. Ingin yang standar? Sangkar berbentuk kotak juga bagus!

Cara memilih sangkar burung

Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli kandang burung. Berikut akan kami jelaskan lebih dalam.

Cek Ukuran

Hal pertama yang wajib Anda lakukan sebelum membeli sangkar burung adalah mengecek ukuran sangkarnya. Anda sebaiknya memilih produk yang ukurannya sesuai dengan burung yang dipelihara. Meski demikian, bukan berarti Anda memilih kandang dengan ukuran pas-pasan. Pertimbangkan juga ukuran burung ketika merentangkan sayapnya, termasuk dengan ekor panjangnya.

Terkait tinggi kandang, Anda juga bisa menggunakan rumusan berikut. Panjang burung dari ujung kepala hingga ekor x 3 = tinggi kandang. Namun, jika Anda memelihara lebih dari sepasang burung dalam kandang yang sama, sebaiknya Anda memilih sangkar yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, burung murai betina memiliki ukuran sekitar 14–17 cm. Murai jantan tentu memiliki ukuran sedikit lebih besar dari murai betina. Nah, mungkin ukuran burung yang Anda pelihara mirip-mirip dengan burung murai.

Jika demikian, kandang yang panjang dan tingginya berukuran sekitar 42 cm tepat Anda pilih. Di sisi lain, ada juga burung besar, misalnya burung jalak suren yang panjangnya kurang lebih 20–24 cm. Anda bisa memilih kandang yang panjang dan tingginya lebih dari 60 cm.

Makin besar sangkarnya, meningkat pula harganya. Meski begitu, bila Anda memang memiliki dana lebih, sangat bijak bila Anda langsung membeli sangkar berukuran besar. Makin besar sangkarnya, makin besar wilayah bergerak burung.

Dengan begitu, burung kesayangan pun akan merasa nyaman dan happy dalam kandang. Ingat, burung yang stres dapat melakukan tindakan disorder, misalnya berteriak, mencabuti bulu sendiri, menggigit, dan sebagainya.

Terlebih lagi, Anda juga akan menempatkan tempat makan dan minum di dalam kandang, bukan? Selain itu, Anda juga bisa langsung menggunakannya sebagai tempat tinggal burung yang akan Anda beli di kemudian hari. Sekali tepuk dua lalat!

Bentuk Sangkar

Tidak hanya sangkar berbentuk kotak yang konvensional, sangkar burung bulat juga makin diminati, lho! Hal ini bukan tanpa alasan, sangkar bulat mudah dibersihkan sekaligus terasa lebih natural bagi burung.

Meski begitu, bila berbicara tentang space yang ditawarkan, sangkar kotak memiliki keunggulan. Desain mengotak membuat sangkar kotak memiliki area lebih luas daripada desain yang membulat. Keduanya memiliki keunggulan tersendiri. Jadi, tidak ada salahnya Anda membeli keduanya.

Sesuaikan terali dengan burung yang dipelihara

Ada sangkar burung yang teralinya dominan disusun vertikal, ada juga produk yang lebih banyak terali horizontalnya. Produk yang teralinya dominan vertikal adalah model yang paling banyak beredar di pasaran Indonesia. Terali pada sangkar seperti ini bisa dipanjati dan dijadikan arena bermain burung-burung kecil.

Meski begitu, bila Anda memelihara burung besar, sebaiknya pilih produk dengan terali horizontal. Hal tersebut dimaksudkan agar burung peliharaan Anda bisa lebih bebas memanjat dan bergerak.

Selain itu, tidak ada salahnya Anda mengecek jarak antar teralinya. Hal tersebut penting, terlebih jika Anda memelihara burung yang ukuran tubuhnya kecil. Jika jarak teralinya terlalu besar, burung dalam sangkar bisa memaksakan dirinya untuk kabur. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya hindari sangkar yang jarak antar teralinya lebih dari 2,5 cm.

Ketahui lokasi penempatannya

Ketika mengingat sangkar burung, mungkin yang pertama terlintas di benak Anda adalah sangkar burung yang digantung. Padahal, ada juga sangkar burung yang diletakkan di meja dan lantai, lho!

Bahan Pembuatannya

Di Indonesia, sangkar burung umumnya dibuat dari dua bahan, yaitu besi dan kayu. Sangkar besi memiliki ketahanan sangat baik sehingga hampir mustahil burung peliharaan Anda bisa kabur dengan cara merusaknya. Tidak hanya itu, pilihan warna yang ditawarkan juga tergolong beragam. Menemukan produk dengan tampilan sesuai preferensi Anda pun tidak akan terasa sulit.

Sementara itu, kandang burung kayu memiliki nuansa berkelas dan eksotis saat Anda tempatkan, baik di dalam, maupun luar ruangan. Memang benar, umumnya bahan kayu lebih inferior dalam ketahanan bila dibandingkan dengan besi. Namun, jika Anda membeli produk berbahan kayu jati, ketahanannya pun meningkat drastis. Anda tentu bisa menggunakannya untuk jangka waktu sangat panjang.

Leave a Comment